Fanfiction (Me Gustas Tu)
Me Gustas Tu
Author : KaisooShip
Entah kapan pertama kali aku
kenal dia. Mungkin saat dia menyukai sahabatku. Ah ya tentu saja aku bukan
merebutnya tentu saja tidak, kalian jangan berfkiran seperti itu ya hehe. Baiklah
ceritaku bermula saat dia, ah aku beri tahu padamu namanya hmm sebut saja dia
Kai, ah dan kenalkan aku Eunha. Apa? Menurutmu aku EunHa GFriend dan dia Kai EXO?
No! hahaha ini bukan fanfiction hehe hanya curahan hati penulis. Tapi jika kau
mau menganggapnya fanfiction boleh saja.
Dulu aku mengenalnya
saat dia menyukai sahabatku, mungkin dia tau aku bersahabat dengan sebut saja
Umji, yah dia tau aku dekat dengan Umji, dia mencoba mencari info tentang Umji
padaku. Aku dengan senang hati memberikan tentu saja. Tapi Umji bilang padaku
bukan dia yang dia suka, tetapi laki-laki lain yang sebut saja namanya Dio.
Saat itu aku hanya meng-oh kan saja. Tetapi Kai mulai curhat panjang lebar
tentang ketidak pekaan Umji, aku terus menanggapinya hehe aku menceritakan
betapa lemotnya Umji. Ah Kai benar-benar menyukai Umji, sampai dia
terang-terangan. Sudahlah bagian ini tidak perlu aku ceritakan hehe. Mmm kemudian
Umji juga curhat padaku tentang Dio, dia begiiiittuuuu dekat dengan Dio, sampai
Umji bilang dia dan Dio berpacaran. Ah aku senang sekali soal itu, dia
terang-terangan menyebut bahwa dirinya punya pacar. Mengetahui itu Kai mulai
mundur secara perlahan. Yah aku tentu saja punya secercah harapan walaupun
kecil haha.
Lambat laun perasaan
yang tadinya hanya kecil, sebatas suka biasa menjadi membesar, ah dan karena
aku orangnya benar-benar terbuka, dan Kai adalah orang yang saaaaangaaat peka,
jadi tentu saja perlahan dia mengetahui perihal perasaanku, awalnya hanya
bercandaan antara aku dan dia, hehe. Lama-lama serius dan kalian tau? Dia terlihat
serius jugaa. Kami semakin dekat, dan aku merasa terkadang dia suka padaku. Ah
suatu hari dia berkata padaku,
“Eunha-ya.. Aku sudah pernah bilang kan, aku tidak akan berpacaran
dengan siapa pun setelah aku tidak mendapatkan Umji”
Apa kalian mengira aku sedih? Tidak hehe, aku tipe orang yang entahlah
hanya dekat saja cukup, walau terkadang aku menginginkan status, dan saat itu
terjadi aku merasa bahwa aku benar-benar menyebalkan. Aku hanya menjawab tidak
masalah, hehe. Toh aku juga baru suka. Belom sejauh sampai sana.
Entahlah aku
benar-benar sempat merasa bahwa Kai mulai membalas perasaanku, tapi terkdang
juga aku merasa bahwa itu bukan perasaan suka. Tentu saja aku bingung. Kai
terus saja mengulangi dia tidak akan pacaran. Huff mungkin karna aku sering
meng-upload gambar quotes tentang pacaran, atau meng-update status tentang
perasaan. Oh man! Aku memang suka hal seperti iitu, tapi itu semua tidak selalu
untukmu boy. Aku tidak tau bagaimana menjelaskannya tapi bagi dia mungkin itu
semua hal yang tidak wajar. Ah sudahlah.
Sampai suatu hari aku
iseng menyuruh Umji untuk menanyakan kenapa sampai sekarang Kai tidak segera
menjadikan ku kekasihnya. Kalian tau apa jawabannya?
Umji To Kai
“Kai, Kapan kau
akan menjadikan Eunha kekasihmu ha? Dia benar-benar menyukaimu tau!”
Kai To Umji
“Hah? Dia bilang
begitu? Hmm kau tau aku sedang tidak ingin terikat dalam suatu
hubungan.entahlah. biar nanti aku jelaskan padanya.”
Umji to Kai
“Kalau kau tidak
suka dengannya bilang saja padanya langsung, jangan seperti kau memberi harapan
padanya”
Kai to Umji
“Aku tidak
memberi harapan padanya, aku juga tidak ingin disebut memberi harapan padanya,
ah aku bingung soal Eunha”
Umji to Kai
“Terserah kau
lah, tapi jangan saikiti sahabatku. Mengerti?”
Kai to Umji
“Tentu saja”
Umji
memperlihatkan semua chat nya padaku, sebenarnya aku merasa sedih, tapi entah
di depan sahabat-sahabatku aku terlihat cuek hahaha.. aku mencoba tidak peduli
dengan itu semua, aku tetap dekat dengannya tapi entah kenapa, lama kelamaan
muncul setitik perasaan tidak suka pada Kai. Aku tidak tau harus terus maju
atau mundur mencoba melupakan perasaanku.
Aku menyukai Kai karena dia itu
pandai membuat nyaman perempuan, dia bilang dia nyaman denganku, jalan denganku
dengan seorang Eunha yang ah dibandingkan orang lain aku benar-benar jauh. Dia
selalu merendahkan dirinya sendiri. Aku benar-benar ingin jujur berkata bahwa
di mataku kau benar-benar orang yang sempurna, Kai. Tapi entahlah aku merasa
bukan merasa, tapi aku tau, dia masih benar-benar suka pada Umji, aku tau itu,
Kai, tidak kau bilang pun aku juga tau.
Ah baru-baru ini aku tau, Kai
berniat menjauh dariku, entahlah, aku belum tau. Mungkin besok aku akan tau
kenapa. Mumgkin dia rishi padaku? Aku kan tidak cantik, dai tidak bias
memamerkan aku pada teman-temannya. Laki0laki kan memang hanya melihat
perempuan dari fisiknya saja, yayaya aku tau itu walaupun laki-laki bilang “Aku
mencintainya apa adanya”. Ah itu bullshit bagiku hehe.. tetap saja pasti dia
tidak suka dengan perempuan yang gendut dan menyeballkan. Tapi sudahlah. Karena
dia sendiri yang mengatakan akan menjauh dariku, hmm Kai sudahlah, Kau tidak
perlu menjauh, Biar aku saja yang mundur. Tenanglah sebentar lagi kalau aku
sudah siap, kau tidak akan melihatku peduli padamu lagi. Jangan takut, aku
tidak akan muncul di depanmu lagi.
Kai dengarkan aku, Aku memang benar-benar
menyukaimu, tapi kalau kau sendiri memilih menjaga jarak dariku, yah aku tidak bias
melakukan hal lain selain juga berjalan mundur. Aku benar-benar bodoh, aku
takut untuk jatuh cinta lagi. Biar ini jadi pelajaran bagiku untuk tidak
terlalu baik dan tidak terlalu berharap pada orang lain. Mungkin sebaiknya aku
tidak menyukai orang lain lagi sampai Tuhan membawa jodohku ke dekatku? Entah,
Biar waktu yang menjawab semuanya J
-END-

Komentar
Posting Komentar