Cinta, Hal indah milik semua Kalangan!


Identitas Buku
-        Nama Buku : The Sweet Sins
-        Pengarang / Penulis : Rangga Wirianto Putra
-        Nama Penerbit : Diva Press
-        Cetakan dan Tahun Terbit : pertama, Oktober 2012
-        Tebal buku atau Jumlah Halaman : 428 Halaman


Buku ini menceritakan perjalanan cinta seorang Reino Reigha Prawiro dan Ardo Praditya. Perjalanan cinta mereka terlalu sulit untuk diterima masyarakat jaman sekarang. Ya, mereka adalah pasangan gay. Pasangan antara laki-laki dengan laki-laki. Kisah hidup Rei mulai diceritakan saat ia menjadi gigolo. Ia memilih menjadi gigolo karena ia adalah seorang yatim piatu.
Rei memiliki 3 orang sahabat benama Aby, Nyta, dan Maya. Suatu hari, Rei melelang dirinya sendiri. Ada beberapa wanita yang melelang. Ternyata ada 1 kelompok laki-laki, yang ikut dalam acara lelang Rei. Mereka membayar dengan jumlah yang besar. Tetapi Rei menolaknya. Ia sangat tidak ingin dirinya di sentuh oleh kelompok laki-laki berandalan tadi. Ia pun memilih 1 wanita yang membayarnya dengan jumlah  paling besar di acara lelang tadi. Saat perjalanan pulang Rei dengan wanita yang tadi memenangkan lelangannya, ia dan wanita itu di keroyok oleh gerombolan laki-laki yang tadi ia tolak. Wanita itu ketakutan dan melarikan diri. Sehingga Rei tidak mampu melawan keroyokannya. Ia pun terkapar di pinggir jalan dengan badan yang penuh dengan luka lebam.
            Saat ia masih terkapar di pinggir jalan, ia ditemukan oleh seorang laki-laki bernama Ardo. Dan inilah pertama kali sang pasangan dalam buku ini bertemu. Ardomembawa Rei ke apartemennya. Ia merawat Rei. Hingga akhirnya Rei sadar. Mereka berkenalan dan akhirnya menjadi sahabat baik. Waktu pun berlalu, tak ayal cinta tumbuh di antara mereka. Dalam beberapa waktu kemudian, Ardo dan Rei mengikat janji untuk bersama, awalnya mereka tau mereka salah, tetapi cintalah yang menyatukan mereka, cintalah yang menghilangkan keraguan mereka. Waktu pun trus berjalan, bulan-bulan berlalu, hubungan mereka semakin erat. Tetapi suatu hari, ayah Ardo yang sedang sakit dan lemah, meminta Ardo untuk menikahi Rezta, sahabatnya dimasa kecil. Ardo yang hendak menolak takkuasa melihat keadaan ayahnya. Ia meminta waktu untuk berfikir, sepanjang perjalanan kembali ke perantauanya, ia berfikir bagaimana cara ia mengatakannya pada Rei, laki-laki yang selama hamper setahun ini membuat hidupnya lebih indah. Ia tidak mau menyakiti seorang Rei yang sangat ia sayang.
            Tetapi waktu terus mengejar Ardo untuk menjelaskan kepada Rei. Rei hanya terdiam mendengarkan cerita Ardo. Setelah ia terdiam untuk berfikir, ia mengatakan pada Ardo, bahwa Ardo harus menuruti ayahnya, Ardo kaget mendengar jawaban Rei. Tetapi pada dasarnya cinta mereka salah, Walaupun Rei adalah Cinta dan hati seorang Ardo, tetapi Rei bukanlah Takdir dan Jodoh Ardo. Mereka akhirnya berpisah. Dan memulai hidup masing-masing tanpa membawa hal dari masa lalu. Rei mulai bias melupakan semua berkat bantuan ketiga sahabatnya yang setia berada disampingnya untuk mendukungnya.
            Buku ini sangat bagus dibaca oleh remaja yang mencari arti cinta sebenarnya. Walaupun berkedok cinta pasangan Gay, pelajaran-pelajaran tentang cinta banyak tersampaikan dibuku ini. Banyak hal yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, seperti belajar menghargai cinta. Buku ini memiliki cover yang sangat bagus, yaitu lukisan yang gambar oleh pelukis lama asal Belanda. Kertasnya pun bagus untuk sebuah novel. Hanya sayang, kata pengantar dari buku ini terlalu panjang.

            Kesimpulan dari buku ini adalah cinta tidak memandang apapun entah itu usia, tempat, waktu, bahkan gender. Jangan melawan cinta yang datang kepadamu. Jika kau berhasil mendapatkan cinta, kau juga harus bisa untuk melepaskan cintamu.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lyrics SNSD - Divine

Contoh Pidato Bahasa Indonesia